Langsung ke konten utama

Waspada Modus Penipuan Baru Berkedok Petugas PLN

PT Perusahaan Listrik Negara Mengimbau masyarakat, agar dapat berhati-hati dan waspada atas maraknya penipuan oleh oknum yang mengatasnamakan PLN. Dalam beberapa waktu terakhir, sudah terjadi modus penipuan kepada masyarakat. Salah satunya, terjadi di Kota Jakarta, tepatnya daerah Cempaka Putih.
Waspada Modus Penipuan Baru Berkedok Petugas PLN
Oknum tersebut mengaku sebagai petugas PLN, dengan modus melakukan survei ke rumah masyarakat dan meminta sejumlah uang untuk jaminan asuransi dengan mengandalkan Surat Tugas dan Kartu Identitas palsu.
Kepala Satuan Komunikasi Korporat PLN I Made Suprateka mengatakan, atas tindakan penipuan tersebut, PLN melakukan respons cepat menelusuri oknum dengan mendatangi alamat yang tercantum dalam surat tugas dan kartu identitas palsu yang dimaksud.
Oknum tersebut melakukan penipuan terhadap masyarakat dengan cara melakukan survei ke rumah-rumah warga dan menawarkan pembagian paket subsidi. Warga yang ingin memperoleh paket subsidi tersebut harus mengeluarkan uang sebesar Rp1,3 juta, atau dengan rincian harga resmi sebesar Rp850 ribu dan biaya asuransi dan garansi sebesar Rp450 ribu. Semua data penerima subsidi terdaftar di Kementerian Sosial.
"Ini merupakan modus penipuan oknum yang mengaku sebagai petugas PLN. PLN tidak pernah menawarkan paket subsidi untuk warga dan meminta warga membayar sejumlah biaya," jelas Made dalam keterangan tertulisnya kepada VIVA.co.id, Rabu 20 September 2017.
Apalagi, sambung Made, ini terkait dengan subsidi listrik. Ditegaskannya, baik dari pihak Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Sosial, Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) dan PLN tidak pernah menugaskan siapa pun untuk hal ini.
Lebih lanjut, ketika pihak PLN melakukan pengecekan alamat kantor yang tertera dalam surat tugas dan kartu identitas palsu tersebut, diperoleh keterangan bahwa tidak ada nama petugas dan lembaga yang dimaksud.
"Kami telah melakukan komunikasi dengan pemilik alamat tersebut untuk bersama-sama membuat laporan ke pihak berwajib atas pencatutan nama PLN oleh oknum yang melakukan tindakan penipuan," tegas Made
Tak hanya itu, sambung Made, pihak PLN juga tidak pernah menyarankan pelanggan untuk memasang alat penghemat listrik, menjual kotak pelindung kWh meter, dan tidak pernah menawarkan jasa layanan secara door to door ke pelanggan, seperti pasang baru, tambah daya, atau pembayaran tagihan rekening listrik dengan transaksi pembayaran langsung di rumah pelanggan.
Adapun setiap pembayaran transaksi layanan PLN memerlukan nomor register, atau kode bayar dan hanya dapat dilakukan melalui fasilitas perbankan.
"Masyarakat perlu waspada juga, jika ada oknum yang mengatasnamakan petugas PLN meminta pelanggan melakukan transaksi pembayaran di lapangan, karena semua dilakukan melalui sistem dan harus ada nomor registrasi untuk membayar di PPOB (Payment Point Online Bank)," ucap Made.
PLN mengimbau masyarakat di seluruh wilayah Indonesia untuk dapat berhati-hati terhadap modus penipuan yang meminta masyarakat untuk memberikan sejumlah uang kepada orang yang mengaku petugas PLN.
PLN juga tidak melakukan transaksi keuangan di lapangan, di mana seluruh transaksi keuangan dilakukan dengan sistem online atau melalui bank yang informasinya dapat diperoleh dari saluran resmi Contact Center PLN 123.
"Jika masyarakat pernah mengalami kejadian penipuan seperti itu, dimohon untuk segera melaporkan kepada kami lewat Contact Center PLN 123 dan melaporkan pula ke kantor polisi terdekat. Kejadian ini bisa saja terjadi di daerah lain di luar Jakarta," ujar Made. (asp)


sumber; http://www.viva.co.id

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Keren! Dinding Penahan di Austria Ini Jauhkan Warga dari Banjir, Cara Kerjanya Bikin Takjub

Sewaktu-waktu alam bisa murka tanpa memberikan tanda-tanda. Terjadinya banjir secara tiba-tiba, misalnya. Setiap manusia yang merasa takut akan melakukan segala cara untuk mengantisipasi terjadinya banjir. Ternyata, ada negara yang punya teknik brilian mengatasi banjir. Ialah kota Grein di Austria yang mengalami banjir dari Sungai Danube tahun lalu. Orang-orang di beberapa wilayah di Australia pun berada dalam bahaya pada tahun-tahun berikutnya. Melansir dari laman Elitereaders.com, pejabat negara langsung mencari teknologi untuk menjamin keamanan warga. Mereka membuat dinding yang dapat dibongkar pasang saat banjir datang. Fitur fantastis dari dinding ini adalah bisa menahan banjir sehingga tidak masuk ke kota. Sebuah perusahaan yang berbasis di Inggris, Flood Resolution.CO.Ltd mengungkap beberapa hal tentang dinding penahan banjir ini. Pertama, sistem ini terdiri dari dua bagian utama, yaitu dibangun secara permanen dengan pondasi yang kuat dan bisa dibongkar...

Sunah dan Hikmah Mengangkat Dua Tangan dalam Shalat

Mengangkat kedua tangan pada waktu-waktu yang telah ditentukan dalam ibadah shalat merupakan salah satu yang disunahkan. Perbuatan ini termasuk sunah haiah. Ada empat tempat atau posisi di mana orang yang shalat ( mushalli ) disunahkan mengangkat kedua tangan setinggi kira-kira di atas kedua pundak atau sejajar dengan telinga, seraya membuka telapak tangan dan merenggangkan jari jarinya. Keempat tempat tersebut adalah ketika takbiratul ihram, saat hendak ruku', saat (beralih ke) i’tidal, dan ketika berdiri dari tasyahhud awal. Penjelasan ini sesuai dengan keterangan Syekh Salim ibn Samir dalam kitabnya  Safinah an-Najah  sebagai berikut: يسن رفع اليدين في أربعة المواضع عند تكبيرة الإحرام وعند الركوع وعند الاعتدال وعند القيام من التشهد الأول "Disunahkan mengangkat kedua tangan di dalam empat tempat. Yaitu saat takbiratul ihram, saat (hendak) rukuk, saat (menuju) i’tidal, dan ketika berdiri (bangkit) dari tasyahhud awal." Di dalam syarahnya, yaitu kitab  Kasyifatu Sajaa...

Bu Risma Minta Semua PNS Bersepeda saat ke Kantor

SURABAYA  - Wali Kota Surabaya  Tri Rismaharini  mewajibkan seluruh PNS di sana bersepeda onthel saat berangkat ke kantor. Kepala Bagian Humas Pemkot Surabaya, M. Fikser mengatakan pihaknya saat ini sedang menyiapkan surat edaran (SE) mengenai perintah bersepeda itu, untuk dibagikan pada Jumat (22/9) nanti. "Sekarang kita sedang menyiapkan SE-nya, nanti Jumat diedarkan. Nantinya untuk pertama kali diterapkan oleh Bu Wali pada tanggal 29 September 2017. Ibu dari rumah ke tempat kerja pakai sepeda," ujar Fikser saat ditemui di Humas Pemkot Surabaya, Rabu (20/9). Terkait penerapannya, Fikser menyampaikan bahwa hal itu akan berlaku untuk semua PNS di Kota Surabaya bahkan guru sekalipun. Hal ini, menurutnya akan membuat PNS di lingkup pemerintahan menjadi sehat. Selain itu juga upaya untuk mengurangi polusi di Kota Surabaya. "Nah untuk yang di sekitar balai kota, telah disediakan parkirnya di sekitar Taman Surya. Ada juga yang lain bisa parkir di tempat seperti b...