Langsung ke konten utama

Sumanto Al-Qurtuby: Sejarah Komunisme di Tanah Arab dan Timur Tengah

Prof Sumanto Al-Qurtuby dalam akun facebooknya menulis tentang sejarah komunisme di tanah Arab dan Timur Tengah, berikut tulisannya:
Apakah komunisme (Bahasa Arab: Syayu’iyyah) pernah tumbuh dan berkembang di Tanah Arab dan Timur Tengah? Pernah. Bahkan pernah berjaya sebelum digempur habis-habisan oleh Amerika yang berkoalisi dengan para rezim dan tokoh lokal Arab lain yang pro-kapitalis, sejak era Perang Dingin yang berkobar antara blok kapitalis Amerika dengan blok komunis Soviet. 
Amerika tidak ingin komunisme berkembang di Timur Tengah (dan dimana saja di dunia ini) karena ia bisa mengganggu keamanan, kelangsungan, dan stabilitas kapitalisme. Oleh karena itu Amerika berupaya sekuat tenaga untuk melenyapkan ideologi komunis di berbagai negara. Motif utama Amerika tentu saja ekonomi, bukan agama.
Palestina, Mesir, Libanon, Yordania, Irak, Iran, Suriah, Aljazair, Maroko, dlsb, dulu pernah menjadi “sarang komunis”. Bahkan komunisme juga pernah tumbuh dan berkembang di Arab Saudi (lihat studi Toby Matthiesen, “The Other Saudis”). Pendukung komunisme di Timur Tengah berasal dari berbagai agama dan etnis: Muslim, Yahudi, Kristen, Arab, Kurdi, Persi, Azeri, Armenia, dlsb.
Di Tanah Arab dan Timur Tengah, komunisme berkembang sejak 1920-an setelah Revolusi Bolshevik tahun 1917 yang dipimpin oleh Vladimir Lenin yang berhasil menumbangkan kekuasaan para Tsar dan menandai berdirinya Uni Soviet.
Beberapa tokoh beken Timur Tengah pendukung komunisme kala itu termasuk Husain al-Rahhal (tokoh Marxist Irak pertama), Joseph Rosenthal (Yahudi kelahiran Palestina tapi aktif di Mesir), Mahmud Husni al-Urabi (tokoh Muslim), Anton Marun (tokoh Kristen Koptik), Radwan al-Hilu yang kemudian menjadi Sekjen Partai Komunis Palestina. Tokoh lain adalah Fu’ad al-Shamali dan Yusuf Yazbak (keduanya tokoh partai komunis di Libanon), Emile Habibie, Bulus Farah, Mukhlish Amr, dan masih banyak lagi.
Para tokoh komunis Arab (baik Muslim maupun bukan) bukan hanya menjadi aktivis dan simpatisan ideologi komunisme tetapi bahkan mendirikan Parai Komunis di daerah mereka masing-masing. Partai-partai komunis Arab ini kini banyak yang terkubur dalam limbo sejarah tetapi sebagian masih eksis dengan mengubah nama atau melebur dengan partai atau ormas lain. Contohnya Partai Komunis Palestina (al-Hizb al-Syayu’ii al-Falistini) yang kelak “berganti kelamin” menjadi Partai Rakyat Palestina yang kemudian ikut brgabung dengan Organisasi Pembebasan Palestina (PLO).
Komunisme adalah sebuah filosofi, sistem, ideologi, dan gerakan sosial-politik-ekonomi yang bersifat lintas-agama, lintas-etnik, dan lintas suku-bangsa. Secara konseptual, komunisme itu tidak ada hubungannya dengan ateisme yang selama ini disalahpahami oleh banyak pihak termasuk di Indonesia.
Bahwa ada orang komunis yang ateis memang iyyess tetapi tidak semua pendukung komunisme itu ateis. Banyak dari mereka yang berasal dari kelompok agama alias “kaum teis”, termasuk di kawasan Tanah Arab dan Timur Tengah, dimana pendukung komunisme adalah kaum agama. Karena itu yang mengatakan komunis = ateis adalah propaganda murahan! Itu hanya akal-akalan Orde Baru!
Komunisme (dari Bahasa Latin: “communis” yang berarti “umum, bersama, universal”) adalah sebuah filosofi dan ideologi sosial-politik-ekonomi yang bertujuan menciptakan sebuah “masyarakat komunis,” yakni sebuah masyarakat yang berbasis pada sistem, struktur dan tatanan sosial-politik-ekonomi yang egaliter dan tanpa kelas.
`Dalam perkembangannya, ada berbagai mazhab komunisme seperti Marxisme, Leninisme, Anarkhisme, dlsb. Para sarjana dan sejarawan berselisih pendapat tentang asal-usul komunisme. Karl Marx berpendapat, komunisme sudah ada sejak dahulu kala dan dipraktekkan oleh kelompok-kelompok suku hunters dan gatherers (hunting-gathering society atau “foraging society”). Marx menyebut mereka sebagai “masyarakat komunis primitif” karena pola hidup mereka, meskipun simpel, bertumpu pada azas egalitarianisme dan kolektivisme atau komunalisme. Ada pula sarjana (seperti Richard Pipes) yang mengatakan asal-usul komunisme itu dari Yunani Kuno. Yang lain menyebut komunisme berasal dari Gerakan Mazdak di Persi pada abad ke-5 M. Jadi, hanya orang-orang yang pikun sejarah dan rabun wawasan sajalah yang menganggap komunis itu ateis! (SFA)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Keren! Dinding Penahan di Austria Ini Jauhkan Warga dari Banjir, Cara Kerjanya Bikin Takjub

Sewaktu-waktu alam bisa murka tanpa memberikan tanda-tanda. Terjadinya banjir secara tiba-tiba, misalnya. Setiap manusia yang merasa takut akan melakukan segala cara untuk mengantisipasi terjadinya banjir. Ternyata, ada negara yang punya teknik brilian mengatasi banjir. Ialah kota Grein di Austria yang mengalami banjir dari Sungai Danube tahun lalu. Orang-orang di beberapa wilayah di Australia pun berada dalam bahaya pada tahun-tahun berikutnya. Melansir dari laman Elitereaders.com, pejabat negara langsung mencari teknologi untuk menjamin keamanan warga. Mereka membuat dinding yang dapat dibongkar pasang saat banjir datang. Fitur fantastis dari dinding ini adalah bisa menahan banjir sehingga tidak masuk ke kota. Sebuah perusahaan yang berbasis di Inggris, Flood Resolution.CO.Ltd mengungkap beberapa hal tentang dinding penahan banjir ini. Pertama, sistem ini terdiri dari dua bagian utama, yaitu dibangun secara permanen dengan pondasi yang kuat dan bisa dibongkar...

Sunah dan Hikmah Mengangkat Dua Tangan dalam Shalat

Mengangkat kedua tangan pada waktu-waktu yang telah ditentukan dalam ibadah shalat merupakan salah satu yang disunahkan. Perbuatan ini termasuk sunah haiah. Ada empat tempat atau posisi di mana orang yang shalat ( mushalli ) disunahkan mengangkat kedua tangan setinggi kira-kira di atas kedua pundak atau sejajar dengan telinga, seraya membuka telapak tangan dan merenggangkan jari jarinya. Keempat tempat tersebut adalah ketika takbiratul ihram, saat hendak ruku', saat (beralih ke) i’tidal, dan ketika berdiri dari tasyahhud awal. Penjelasan ini sesuai dengan keterangan Syekh Salim ibn Samir dalam kitabnya  Safinah an-Najah  sebagai berikut: يسن رفع اليدين في أربعة المواضع عند تكبيرة الإحرام وعند الركوع وعند الاعتدال وعند القيام من التشهد الأول "Disunahkan mengangkat kedua tangan di dalam empat tempat. Yaitu saat takbiratul ihram, saat (hendak) rukuk, saat (menuju) i’tidal, dan ketika berdiri (bangkit) dari tasyahhud awal." Di dalam syarahnya, yaitu kitab  Kasyifatu Sajaa...

Bu Risma Minta Semua PNS Bersepeda saat ke Kantor

SURABAYA  - Wali Kota Surabaya  Tri Rismaharini  mewajibkan seluruh PNS di sana bersepeda onthel saat berangkat ke kantor. Kepala Bagian Humas Pemkot Surabaya, M. Fikser mengatakan pihaknya saat ini sedang menyiapkan surat edaran (SE) mengenai perintah bersepeda itu, untuk dibagikan pada Jumat (22/9) nanti. "Sekarang kita sedang menyiapkan SE-nya, nanti Jumat diedarkan. Nantinya untuk pertama kali diterapkan oleh Bu Wali pada tanggal 29 September 2017. Ibu dari rumah ke tempat kerja pakai sepeda," ujar Fikser saat ditemui di Humas Pemkot Surabaya, Rabu (20/9). Terkait penerapannya, Fikser menyampaikan bahwa hal itu akan berlaku untuk semua PNS di Kota Surabaya bahkan guru sekalipun. Hal ini, menurutnya akan membuat PNS di lingkup pemerintahan menjadi sehat. Selain itu juga upaya untuk mengurangi polusi di Kota Surabaya. "Nah untuk yang di sekitar balai kota, telah disediakan parkirnya di sekitar Taman Surya. Ada juga yang lain bisa parkir di tempat seperti b...