Langsung ke konten utama

Misteri 50 Kambing di Gunungkidul Mati Kehabisan Darah, Vampir?

 Vampir identik dengan makhluk gaib penghisap darah. Dalam buku-buku maupun film bergenre horor, vampir dilambangkan dengan sesosok mayat hidup bergigi taring panjang. 
Taring panjang itu digunakan si vampir untuk menggigit leher, lalu menghisap darah mangsanya hingga habis.
10 Hewan Ternak di Gunung Kidul Mati Secara Misterius
Peternakan kambing di Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, di kagetkan dengan ternak kambingnya yang mati secara misterius


Namun ternyata, makhluk penghisap darah bukan cuma ada dalam film dan buku cerita. Baru-baru ini, warga Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dihebohkan dengan matinya sejumlah kambing karena kehabisan darah. Di bagian leher tiap kambing yang mati, ditemukan luka gigitan makhluk misterius.
Suraji, pemilik kambing di Dusun Danggolo, Desa Purwodadi, Kecamatan Tepus, Gunungkidul itu mengatakan, semua kambing miliknya mati di dalam kandang. Letak kandang yang ada di tengah ladang sekitar 3 km dari rumahnya itu, diisi delapan kambing dan seekor sapi.
"Dari delapan kambing, ada tujuh ekor yang dimangsa, satu ekor luka di kaki dengan keadaan sudah lemas. Kalau sapinya enggak diserang," katanya, Minggu, 10 September 2017.
Ia mengaku telah berupaya keras agar kambing-kambing miliknya tidak dimangsa binatang buas dengan memasang pagar dari kayu dan bambu. Namun, upaya itu percuma, kambing-kambing miliknya tetap dimangsa hewan liar yang meninggalkan bekas jejak kaki kecil.
Anehnya sebagian besar tubuh kambing dibiarkan utuh, hanya beberapa bagian tubuh saja yang dimangsa. Selain itu, terdapat luka khas di bagian leher yang membuat kambing-kambing itu kehabisan darah.
"Sepertinya binatang pemangsa itu berjumlah puluhan, dan jejaknya itu kecil-kecil mengarah ke perbukitan," tuturnya.
Sementara itu, Kepala Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Bambang Wisnu Broto, mengaku, belum bisa memastikan jenis makhluk pemangsa kambing tersebut. Namun, ia meminta kepada masyarakat untuk ronda dan memasang pagar mengitari kandang. Lokasi kandang juga hendaknya tidak terlalu jauh dari rumah warga.
"Teman-teman juga belum melaporkan sebenarnya itu anjing atau harimau (yang memangsa ternak) juga belum tahu," katanya.
Sementara itu, Kepala Desa Purwodadi Sucipto merinci, total sudah ada 50 ekor kambing milik warga yang dimangsa makhluk misterius itu. Pihaknya meminta masyarakat untuk mengaktifkan ronda agar ulah makhluk bak vampir itu bisa diantisipasi.
Penulis:
Yanuar H

SUMBER; citizen6.liputan6.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Keren! Dinding Penahan di Austria Ini Jauhkan Warga dari Banjir, Cara Kerjanya Bikin Takjub

Sewaktu-waktu alam bisa murka tanpa memberikan tanda-tanda. Terjadinya banjir secara tiba-tiba, misalnya. Setiap manusia yang merasa takut akan melakukan segala cara untuk mengantisipasi terjadinya banjir. Ternyata, ada negara yang punya teknik brilian mengatasi banjir. Ialah kota Grein di Austria yang mengalami banjir dari Sungai Danube tahun lalu. Orang-orang di beberapa wilayah di Australia pun berada dalam bahaya pada tahun-tahun berikutnya. Melansir dari laman Elitereaders.com, pejabat negara langsung mencari teknologi untuk menjamin keamanan warga. Mereka membuat dinding yang dapat dibongkar pasang saat banjir datang. Fitur fantastis dari dinding ini adalah bisa menahan banjir sehingga tidak masuk ke kota. Sebuah perusahaan yang berbasis di Inggris, Flood Resolution.CO.Ltd mengungkap beberapa hal tentang dinding penahan banjir ini. Pertama, sistem ini terdiri dari dua bagian utama, yaitu dibangun secara permanen dengan pondasi yang kuat dan bisa dibongkar...

Sunah dan Hikmah Mengangkat Dua Tangan dalam Shalat

Mengangkat kedua tangan pada waktu-waktu yang telah ditentukan dalam ibadah shalat merupakan salah satu yang disunahkan. Perbuatan ini termasuk sunah haiah. Ada empat tempat atau posisi di mana orang yang shalat ( mushalli ) disunahkan mengangkat kedua tangan setinggi kira-kira di atas kedua pundak atau sejajar dengan telinga, seraya membuka telapak tangan dan merenggangkan jari jarinya. Keempat tempat tersebut adalah ketika takbiratul ihram, saat hendak ruku', saat (beralih ke) i’tidal, dan ketika berdiri dari tasyahhud awal. Penjelasan ini sesuai dengan keterangan Syekh Salim ibn Samir dalam kitabnya  Safinah an-Najah  sebagai berikut: يسن رفع اليدين في أربعة المواضع عند تكبيرة الإحرام وعند الركوع وعند الاعتدال وعند القيام من التشهد الأول "Disunahkan mengangkat kedua tangan di dalam empat tempat. Yaitu saat takbiratul ihram, saat (hendak) rukuk, saat (menuju) i’tidal, dan ketika berdiri (bangkit) dari tasyahhud awal." Di dalam syarahnya, yaitu kitab  Kasyifatu Sajaa...

Bu Risma Minta Semua PNS Bersepeda saat ke Kantor

SURABAYA  - Wali Kota Surabaya  Tri Rismaharini  mewajibkan seluruh PNS di sana bersepeda onthel saat berangkat ke kantor. Kepala Bagian Humas Pemkot Surabaya, M. Fikser mengatakan pihaknya saat ini sedang menyiapkan surat edaran (SE) mengenai perintah bersepeda itu, untuk dibagikan pada Jumat (22/9) nanti. "Sekarang kita sedang menyiapkan SE-nya, nanti Jumat diedarkan. Nantinya untuk pertama kali diterapkan oleh Bu Wali pada tanggal 29 September 2017. Ibu dari rumah ke tempat kerja pakai sepeda," ujar Fikser saat ditemui di Humas Pemkot Surabaya, Rabu (20/9). Terkait penerapannya, Fikser menyampaikan bahwa hal itu akan berlaku untuk semua PNS di Kota Surabaya bahkan guru sekalipun. Hal ini, menurutnya akan membuat PNS di lingkup pemerintahan menjadi sehat. Selain itu juga upaya untuk mengurangi polusi di Kota Surabaya. "Nah untuk yang di sekitar balai kota, telah disediakan parkirnya di sekitar Taman Surya. Ada juga yang lain bisa parkir di tempat seperti b...