Langsung ke konten utama

Menolak Mengemis, Nenek Berusia 88 Tahun Ini Rela Menjual Keripik di Jalan untuk Menafkahi Keluarganya!

Di jalan Kolkata yang ramai, beberapa ruas trotoar penuh dengan semua jenis barang jualan yang dijajakan pedagang kaki lima.
BACA JUGA ; 

KPK Lelang Banyak Mobil Sitaan, Termurah Rp28 Jutaan

Tapi salah satu dari mereka cukup menarik perhatian!
Seorang nenek berusia 88 tahun bernama Shila Ghosh menjual keripik buatan sendiri setiap malam.
Pada usia di mana kebanyakan orang lebih suka menghabiskan waktu bersama keluarga, Shila terpaksa harus keluar rumah dan mencari uang.
BACA JUGA ; 

[Habib Luthfi bin Yahya] Bedanya Orang Berthariqah dan Tidak Berthariqah

Lahir di sebuah desa di Bengal Barat, Shila hidup dalam kondisi miskin.
Apalagi, selama masa itu, pendidikan untuk wanita dianggap tidak penting, dan dia telah menikah di usianya yang terbilang cukup muda.
Pernikahan memberinya kesempatan untuk bepergian ke seluruh pelosok India, karena pekerjaan suaminya.
Tapi semuanya berubah drastis saat suami Shila meninggal dunia.
Pendidikan yang tidak pernah dia terima, Shila bertekad untuk membesarkan ketiga putrinya dan seorang putra.
Namun, tragedi lain menimpa Shila, dimana putri sulungnya harus meninggal dunia.
Anak bungsunya tidak bisa belajar karena kondisi mentalnya yang tak memungkinkan.
Hanya kedua anaknya yang bisa mengenyam pendidikan hingga ke universitas, tapi salah satunya harus putus sekolah karena menderita infeksi telinga yang parah.
Shila memusatkan seluruh energinya pada putranya yang masih normal untuk mendapatkan pekerjaan di perusahaan perkeretaapian India.
Namun sayangnya, putra Shila didiagnosis menderita penyakit paru-paru pada 1993.
“Mereka berhenti membayar gajinya. Kami tidak punya cara untuk membeli makanan atau membayar perawatannya. Saya mulai meminjam uang agar bisa membayar biaya pengobatan putra saya,” kata Shilla pada YourStory.
Menurut Shila, pertama, mereka akan memompa 3 sampai 4 liter udara dari paru-parunya.
Berikutnya, mereka mencoba memompa 7 liter. Pada hari mereka memompa 11 liter udara, dia mengalami infeksi.
“Keesokan harinya dia langsung meninggal. Padahal dia baru berusia 47 tahun,” katanya.
Tak lama kemudian, Shila, bersama cucunya dan menantu perempuannya membuka usaha lilin yang mereka buat sendiri.
Lilin mereka memang cukup laku di pasaran, tapi keuntungan yang mereka dapat membuat mereka memikirkan kembali untuk melanjutkan bisnisnya.
Cucu Shila lalu datang dengan membawa ide menjual makanan ringan.
Namun, anak muda itu tidak pandai menjual produk, sehingga Shila-lah yang harus menanganinya sendiri.
“Saya mengatakan kepadanya agar ia membiarkan saya yang melakukan ini. Orang-orang akan melihat wanita tua yang terlihat tua, renta dan lemah ini kelelahan bekerja keras, sehinggga mereka tidak bisa menolak untuk membeli barang ini dari saya,” katanya.
Pada 2013, ketika sekelompok siswa menyumbangkan uang kepadanya, dia menerimanya dengan hormat namun meminta mereka untuk tidak melakukannya lagi.
Bahkan sekarang dia hanya menerima uang yang didapatnya dari penjualan.
Walaupun tubuhnya tampak lemah seiring bertambahnya usia, dia sering menolak untuk berhenti bekerja.
“Kenapa saya harus berhenti? Saya masih bisa melakukannya,” ujarnya.
Pada usianya yang hampir menginjak umur kepala 9, dia merasa dirinya lebih kuat dari sebelumnya untuk mendukung keluarganya secara finansial.
Cucunya juga bekerja serabutan untuk membayar tagihan.
Upaya bersama mereka untuk mencari uang inilah yang mampu membuat keluarga kecil ini tetap bertahan. (intan/rp)
Sumber: www.ntd.tv

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Keren! Dinding Penahan di Austria Ini Jauhkan Warga dari Banjir, Cara Kerjanya Bikin Takjub

Sewaktu-waktu alam bisa murka tanpa memberikan tanda-tanda. Terjadinya banjir secara tiba-tiba, misalnya. Setiap manusia yang merasa takut akan melakukan segala cara untuk mengantisipasi terjadinya banjir. Ternyata, ada negara yang punya teknik brilian mengatasi banjir. Ialah kota Grein di Austria yang mengalami banjir dari Sungai Danube tahun lalu. Orang-orang di beberapa wilayah di Australia pun berada dalam bahaya pada tahun-tahun berikutnya. Melansir dari laman Elitereaders.com, pejabat negara langsung mencari teknologi untuk menjamin keamanan warga. Mereka membuat dinding yang dapat dibongkar pasang saat banjir datang. Fitur fantastis dari dinding ini adalah bisa menahan banjir sehingga tidak masuk ke kota. Sebuah perusahaan yang berbasis di Inggris, Flood Resolution.CO.Ltd mengungkap beberapa hal tentang dinding penahan banjir ini. Pertama, sistem ini terdiri dari dua bagian utama, yaitu dibangun secara permanen dengan pondasi yang kuat dan bisa dibongkar...

Sunah dan Hikmah Mengangkat Dua Tangan dalam Shalat

Mengangkat kedua tangan pada waktu-waktu yang telah ditentukan dalam ibadah shalat merupakan salah satu yang disunahkan. Perbuatan ini termasuk sunah haiah. Ada empat tempat atau posisi di mana orang yang shalat ( mushalli ) disunahkan mengangkat kedua tangan setinggi kira-kira di atas kedua pundak atau sejajar dengan telinga, seraya membuka telapak tangan dan merenggangkan jari jarinya. Keempat tempat tersebut adalah ketika takbiratul ihram, saat hendak ruku', saat (beralih ke) i’tidal, dan ketika berdiri dari tasyahhud awal. Penjelasan ini sesuai dengan keterangan Syekh Salim ibn Samir dalam kitabnya  Safinah an-Najah  sebagai berikut: يسن رفع اليدين في أربعة المواضع عند تكبيرة الإحرام وعند الركوع وعند الاعتدال وعند القيام من التشهد الأول "Disunahkan mengangkat kedua tangan di dalam empat tempat. Yaitu saat takbiratul ihram, saat (hendak) rukuk, saat (menuju) i’tidal, dan ketika berdiri (bangkit) dari tasyahhud awal." Di dalam syarahnya, yaitu kitab  Kasyifatu Sajaa...

Bu Risma Minta Semua PNS Bersepeda saat ke Kantor

SURABAYA  - Wali Kota Surabaya  Tri Rismaharini  mewajibkan seluruh PNS di sana bersepeda onthel saat berangkat ke kantor. Kepala Bagian Humas Pemkot Surabaya, M. Fikser mengatakan pihaknya saat ini sedang menyiapkan surat edaran (SE) mengenai perintah bersepeda itu, untuk dibagikan pada Jumat (22/9) nanti. "Sekarang kita sedang menyiapkan SE-nya, nanti Jumat diedarkan. Nantinya untuk pertama kali diterapkan oleh Bu Wali pada tanggal 29 September 2017. Ibu dari rumah ke tempat kerja pakai sepeda," ujar Fikser saat ditemui di Humas Pemkot Surabaya, Rabu (20/9). Terkait penerapannya, Fikser menyampaikan bahwa hal itu akan berlaku untuk semua PNS di Kota Surabaya bahkan guru sekalipun. Hal ini, menurutnya akan membuat PNS di lingkup pemerintahan menjadi sehat. Selain itu juga upaya untuk mengurangi polusi di Kota Surabaya. "Nah untuk yang di sekitar balai kota, telah disediakan parkirnya di sekitar Taman Surya. Ada juga yang lain bisa parkir di tempat seperti b...