Langsung ke konten utama

Malu-Malu, Tapi Prestasi Karya Kaligrafi Santriwati Jombang Ini Berkelas Internasional

Sekolah Kaligrafi (Sakal) Jombang, pimpinan Ustadz Atho’illah, ternyata diam-diam menyimpan kader emas santri berkelas dunia. Di bawah naungan Pesantren Mamba’ul Ma’arif Denanyar Jombang, berkali-kali para santri Sakal mendapatkan ijazah kaligrafi dari para master kaligrafi dunia.
Ijazah kaligrafi adalah semacam pengakuan akademis tingkat internasional bagi mereka yang sudah menyelesaikan qurrosah(panduan menulis kaligrafi) yang sanad keilmuannya bersambung hingga ke Sayyidina Ali, k.w. Sanad kaligrafi tidak sampai kepada Rasulullah karena Nabi Muhammad  Saw. adalah ummi (memiliki kelebihan tidak bisa menulis).
Salah satu santri Sakal yang mendapatkan ijazah di usia termuda adalah Ummi Nissa (18). Kepada Harisantri.com, Ummi mengaku mendapatkan ijazah berkelas internasional pada tahun 2015 ketika masih berusia 15 tahun.
“Tahun 2015 mendapatkan ijazah khat Riq’ah dan Diwani pas ada pameran kaligrafi nasional di Jombang pada bulan Januari,” tutur Ummi yang malu-malu bicara prestasi internasionalnya itu, Sabtu (16/9/2017) malam.
Setelah Riq’ah dan Diwani, pada September 2017 ini, Ummi mendapatkan ijazah satu khat lagi, yakni khat Maghribi, kaligrafi khas Maroko.
Bersama dua santri lainnya, Ummi juga pernah diundang ke Dubai untuk pameran kaligrafi. “Bertiga bikin karya, dipamerin di sana,” ujar santriwati kelahiran Tangerang 14 Juni 1999 ini usai acara penutupan Festival dan Pameran Kaligrafi ASEAN Hari Santri 2017 di Aula Ponpes Denanyar, Jombang.
Jika Ummi menyelesaikan belajar di Sakal selama tiga tahun baru mendapatkan ijazah khat Riq’ah, Rini Yulia Maulidah (20) lebih cepat lagi. Santri putri Sakal asal Sidoarjo itu belajar selama dua tahun (2012-2014) sebelum mendapatkan ijazah khat Riq’ah dari Ustadz Fery Widiantoro, salah satu pengajar kaligrafi di Sakal Jombang.
“Saya di Sakal sejak masih kelas tiga MTs,” terang Rini, pemenang juara III ($ 500) kategori khat Riq’ah tingkat ASEAN yang diumumkan saat pembukaan Festival dan Pameran Kaligrafi ASEAN oleh IRCICA (Research Centre for Islamic History, Art and Culture) yang berkantor di Turki.
Kaligrafi khat Riq’ah karya Rini Yulia Maulidah yang diganjar $ 500 karena juara III tingkat ASEAN di Jombang
Diam-diam, santri lulusan Denanyar 2014 yang kini sudah kuliah semester tujuh itu, ternyata pernah membuat rekor mampu menyelesaikan qurrosah hanya dalam dua hari saja untuk khat Diwani.
Rini hanya perlu menghabiskan sekitar tujuh lembar kertas untuk menyelesaikan pelajaran khat Diwani. Padahal, menurut Ustadz Fery, rata-rata santri Sakal paling cepat menyelesaikan dalam waktu dua bulan. Bahkan ada yang bertahun-tahun.
“Kerja rodi mas, kulla yaumin metentheng,” demikian penjelasan Fery saat ditanya Harisantri.com ihwal rahasia Rini bisa cepat selesaikan qurrosah.
Menurut Fery, kemampuan menyerap pelajaran tiap santri memang beda-beda. Kalau kemampuan penyerapan dan hasil goresannya dinyatakan lulus, maka ia akan cepat selesai. “Kalau pemahamannya cepat, kita cepatkan,” tandasnya.
Meski saat ditemui Harisantri.com kedua santri putri di Sakal itu malu-malu, namum prestasinya tidak malu-maluin. Bahkan membanggakan. Ustadz Atho’illah menyebut mereka berdua layak masuk rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai penerima ijazah kaligrafi internasional paling muda di dunia. (Badri)
SUMBER ; harisantri.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Keren! Dinding Penahan di Austria Ini Jauhkan Warga dari Banjir, Cara Kerjanya Bikin Takjub

Sewaktu-waktu alam bisa murka tanpa memberikan tanda-tanda. Terjadinya banjir secara tiba-tiba, misalnya. Setiap manusia yang merasa takut akan melakukan segala cara untuk mengantisipasi terjadinya banjir. Ternyata, ada negara yang punya teknik brilian mengatasi banjir. Ialah kota Grein di Austria yang mengalami banjir dari Sungai Danube tahun lalu. Orang-orang di beberapa wilayah di Australia pun berada dalam bahaya pada tahun-tahun berikutnya. Melansir dari laman Elitereaders.com, pejabat negara langsung mencari teknologi untuk menjamin keamanan warga. Mereka membuat dinding yang dapat dibongkar pasang saat banjir datang. Fitur fantastis dari dinding ini adalah bisa menahan banjir sehingga tidak masuk ke kota. Sebuah perusahaan yang berbasis di Inggris, Flood Resolution.CO.Ltd mengungkap beberapa hal tentang dinding penahan banjir ini. Pertama, sistem ini terdiri dari dua bagian utama, yaitu dibangun secara permanen dengan pondasi yang kuat dan bisa dibongkar...

Sunah dan Hikmah Mengangkat Dua Tangan dalam Shalat

Mengangkat kedua tangan pada waktu-waktu yang telah ditentukan dalam ibadah shalat merupakan salah satu yang disunahkan. Perbuatan ini termasuk sunah haiah. Ada empat tempat atau posisi di mana orang yang shalat ( mushalli ) disunahkan mengangkat kedua tangan setinggi kira-kira di atas kedua pundak atau sejajar dengan telinga, seraya membuka telapak tangan dan merenggangkan jari jarinya. Keempat tempat tersebut adalah ketika takbiratul ihram, saat hendak ruku', saat (beralih ke) i’tidal, dan ketika berdiri dari tasyahhud awal. Penjelasan ini sesuai dengan keterangan Syekh Salim ibn Samir dalam kitabnya  Safinah an-Najah  sebagai berikut: يسن رفع اليدين في أربعة المواضع عند تكبيرة الإحرام وعند الركوع وعند الاعتدال وعند القيام من التشهد الأول "Disunahkan mengangkat kedua tangan di dalam empat tempat. Yaitu saat takbiratul ihram, saat (hendak) rukuk, saat (menuju) i’tidal, dan ketika berdiri (bangkit) dari tasyahhud awal." Di dalam syarahnya, yaitu kitab  Kasyifatu Sajaa...

Bu Risma Minta Semua PNS Bersepeda saat ke Kantor

SURABAYA  - Wali Kota Surabaya  Tri Rismaharini  mewajibkan seluruh PNS di sana bersepeda onthel saat berangkat ke kantor. Kepala Bagian Humas Pemkot Surabaya, M. Fikser mengatakan pihaknya saat ini sedang menyiapkan surat edaran (SE) mengenai perintah bersepeda itu, untuk dibagikan pada Jumat (22/9) nanti. "Sekarang kita sedang menyiapkan SE-nya, nanti Jumat diedarkan. Nantinya untuk pertama kali diterapkan oleh Bu Wali pada tanggal 29 September 2017. Ibu dari rumah ke tempat kerja pakai sepeda," ujar Fikser saat ditemui di Humas Pemkot Surabaya, Rabu (20/9). Terkait penerapannya, Fikser menyampaikan bahwa hal itu akan berlaku untuk semua PNS di Kota Surabaya bahkan guru sekalipun. Hal ini, menurutnya akan membuat PNS di lingkup pemerintahan menjadi sehat. Selain itu juga upaya untuk mengurangi polusi di Kota Surabaya. "Nah untuk yang di sekitar balai kota, telah disediakan parkirnya di sekitar Taman Surya. Ada juga yang lain bisa parkir di tempat seperti b...