Langsung ke konten utama

Lulusan MAN Luncurkan Situs Cek Rekening Penipu

ering jadi korban penipuan jual beli online, membuat Yudhistira Bayu Wryatsongkoo, alumnus Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Serang, meluncurkan situs pengecekan rekening penipu.
Lulusan MAN Luncurkan Situs Cek Rekening Penipu

"Kami membuat web kredibel.co.id ini karena sebelumnya kami sering mengalami penipuan jual beli via online," kata CTO Kredibel Yudhistira Bayu Wryatsongkoo kepada detikcom di sela 'The Nextdev Academy' Telkomsel di Ciputra World Surabaya, Sabtu (23/9/2017).

Chief Technology Officer (CTO) Kredibel ini menceritakan, dirinya sering kali menjadi korban penipuan jual beli online. "Pernah disuruh ibu beli kue ringan. Saya beli lewat facebook. Ternyata saya ditipu," ujarnya.

Pengalaman korban penipuan jual beli online ini diceritakan ke teman dekatnya, Muhammad Ihsan. Ihsan yang menjadi temannya Bayu sejak SD itu, juga menceritakan pengalamannya menjadi korban penipuan jual beli online.

"Beberapa kali saya juga pernah menjadi korban penipuan jual beli online. Memang nilainya kecil dan saya tidak mau melaporkan ke polisi," ujar Ihsan, CEO Kredibel.
Kedua anak muda ini pun menemukan ide yakni, membuat situs yang dapat membantu masyarakat mengidentifikasi apakah penjual berpotensi melakukan penipuan atau tidak. Caranya, dia membuat web penipu.id. Namun, karena konotasinya negatif, keduanya mengubah menjadi kredibel.co.id. Untuk penampilan webnya, Ihsan yang mendesainnya. Sedangkan sistem operasi web tersebut dibuat oleh Bayu.

"Dengan memasukan nomor rekening penjual, bisa diketahui apakah rekening tersebut pernah melakukan penipuan atau tidak," kata Bayu.

Dengan membuka situs kredibel.co.id, masyarakat yang akan bertransaksi jual beli online dapat memasukkan nomor rekening bank penjual, di cek rekening.

Masyarakat juga bisa melaporkan aksi penipuan jual beli online. Untuk melaporkan, harus melengkapi syarat-syaratnya seperti mengisi identitas pelapor mulai dari nama, email. Mengisi peristiwa yang dilaporkan seperti siapakah nama penjual, berapa nomor rekening penjual, nomor telepon penjual, mengisi jumlah kerugian yang dialami serta mengisi kronologi kejadian penipuannya. Selain itu, pelapor juga harus melampirkan bukti-bukti bahwa pernah menjadi korban penipuan.

"Kami selektif menerima laporan dan tidak sembarangan menerima laporan. Semuanya terverifikasi," ujarnya.
Sejak dibuat pada Maret 2016, Kredibel sudah menerima laporan sekitar 6 ribu rekening yang berpotensi melakukan penipuan. Pihaknya terus memperbaiki dan meningkatkan pelayanan, termasuk menerima laporan-laporan yang valid dari masyarakat.

"Rekening yang berpotensi melakukan penipuan itu berdasarkan dari keluhan dan laporan user yang pernah bertransaksi dengan toko online tersebut. Visi kami adalah membangun ekosistem berbelanja online yang aman," tuturnya.

Meski kedua pendiri kredibel ini kuliahnya berjauhan, mereka tetap berkomunikasi melalui media sosial. Bayu saat ini baru menempuh pendidikan di Universitas 11 Maret Solo, Fakultas Mipa jurusan informatika. Sedangkan Ihsan mengambil kuliah di Bina Nusantara, Alam Sutera.

"Sasaran kami adalah masyarakat yang melakukan transkasi jual beli online dengan nilai rupiah tidak terlalu besar. Biasanya kan masyarakat yang tertipu jual beli online dengan nilai tidak terlalu besar, malas melaporkan ke kepolisian. Kami ingin membantunya dengan kredibel.co.id," tambah Ihsan.

Untuk membuat situs, dibutuhkan dana sekitar Rp 50-70 juta. Situs cek rekening penipu itu akhirnya diluncurkan, setelah ada investor yang mengucurkan dana. Investor tersebut pun mendapatkan saham atas keikutsertaannya menanamkan modalnya membangun jaringan kredibel.co.id.
Selain itu, Ihsan dan Bayu mengucapkan terima kasih kepada The Nextdev Academy yang digelar Telkomsel. Produk, Kredibel.co.id-nya menjadi 10 finalis peserta The Nextdev Tahun 2016. Dirinya terus mendapatkan fasilitas untuk terus mengembangkan produk digitalnya itu.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Telkomsel. Bantuan yang diberikan ke kita lebih cukup daripada uang," jelasnya Bayu. 
(roi/fat)

sumber ; news.detik.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Keren! Dinding Penahan di Austria Ini Jauhkan Warga dari Banjir, Cara Kerjanya Bikin Takjub

Sewaktu-waktu alam bisa murka tanpa memberikan tanda-tanda. Terjadinya banjir secara tiba-tiba, misalnya. Setiap manusia yang merasa takut akan melakukan segala cara untuk mengantisipasi terjadinya banjir. Ternyata, ada negara yang punya teknik brilian mengatasi banjir. Ialah kota Grein di Austria yang mengalami banjir dari Sungai Danube tahun lalu. Orang-orang di beberapa wilayah di Australia pun berada dalam bahaya pada tahun-tahun berikutnya. Melansir dari laman Elitereaders.com, pejabat negara langsung mencari teknologi untuk menjamin keamanan warga. Mereka membuat dinding yang dapat dibongkar pasang saat banjir datang. Fitur fantastis dari dinding ini adalah bisa menahan banjir sehingga tidak masuk ke kota. Sebuah perusahaan yang berbasis di Inggris, Flood Resolution.CO.Ltd mengungkap beberapa hal tentang dinding penahan banjir ini. Pertama, sistem ini terdiri dari dua bagian utama, yaitu dibangun secara permanen dengan pondasi yang kuat dan bisa dibongkar...

Sunah dan Hikmah Mengangkat Dua Tangan dalam Shalat

Mengangkat kedua tangan pada waktu-waktu yang telah ditentukan dalam ibadah shalat merupakan salah satu yang disunahkan. Perbuatan ini termasuk sunah haiah. Ada empat tempat atau posisi di mana orang yang shalat ( mushalli ) disunahkan mengangkat kedua tangan setinggi kira-kira di atas kedua pundak atau sejajar dengan telinga, seraya membuka telapak tangan dan merenggangkan jari jarinya. Keempat tempat tersebut adalah ketika takbiratul ihram, saat hendak ruku', saat (beralih ke) i’tidal, dan ketika berdiri dari tasyahhud awal. Penjelasan ini sesuai dengan keterangan Syekh Salim ibn Samir dalam kitabnya  Safinah an-Najah  sebagai berikut: يسن رفع اليدين في أربعة المواضع عند تكبيرة الإحرام وعند الركوع وعند الاعتدال وعند القيام من التشهد الأول "Disunahkan mengangkat kedua tangan di dalam empat tempat. Yaitu saat takbiratul ihram, saat (hendak) rukuk, saat (menuju) i’tidal, dan ketika berdiri (bangkit) dari tasyahhud awal." Di dalam syarahnya, yaitu kitab  Kasyifatu Sajaa...

Bu Risma Minta Semua PNS Bersepeda saat ke Kantor

SURABAYA  - Wali Kota Surabaya  Tri Rismaharini  mewajibkan seluruh PNS di sana bersepeda onthel saat berangkat ke kantor. Kepala Bagian Humas Pemkot Surabaya, M. Fikser mengatakan pihaknya saat ini sedang menyiapkan surat edaran (SE) mengenai perintah bersepeda itu, untuk dibagikan pada Jumat (22/9) nanti. "Sekarang kita sedang menyiapkan SE-nya, nanti Jumat diedarkan. Nantinya untuk pertama kali diterapkan oleh Bu Wali pada tanggal 29 September 2017. Ibu dari rumah ke tempat kerja pakai sepeda," ujar Fikser saat ditemui di Humas Pemkot Surabaya, Rabu (20/9). Terkait penerapannya, Fikser menyampaikan bahwa hal itu akan berlaku untuk semua PNS di Kota Surabaya bahkan guru sekalipun. Hal ini, menurutnya akan membuat PNS di lingkup pemerintahan menjadi sehat. Selain itu juga upaya untuk mengurangi polusi di Kota Surabaya. "Nah untuk yang di sekitar balai kota, telah disediakan parkirnya di sekitar Taman Surya. Ada juga yang lain bisa parkir di tempat seperti b...