Salah satu strategi kelompok wahabi mengaburkan ajaran Ahlussunnah Waljamaah penganut ajaran Imam Abu Hasan Al-Asy'ari adalah dengan mentahrif atau merubah isi kitab karangan beliau dan ulama-ulama Asy'ariyah disesuaikan dengan akidah mereka.

Kadang juga dengan membiarkan isi kitab sesuai aslinya namun diberi catatan kaki dan dikomentari sesuai akidah mereka, meski baru lulus S1 maupun S2 dengan entengnya sekelas Imam Al-Ghazali, As-Suyuti, An-Nawawi mereka sangsikan kepakarannya.
Ada juga ustad (di youtube) yang menyampaikan pemikiran Hadratussyeikh Hasyim Asy'ari (dalam kitab Risalah Ahlussunnah Waljamaah) di forum pengajian namun tidak utuh, ada beberapa pendapat Mbah Hasyim yang bertentangan dengan pendapat dia dipotong. Ungkapan Mbah Hasyim bahwa pengikut pengikut syeikh muhammad abduh, syeikh rasyid ridha, yang mengadopsi pemikiran syeikh muhammad bin abdul wahab, Ibnu taimiyah dan kedua muridnya yakni ibnul qoyim dan ibn abdul hadi termasuk ahli bid'ah tidak disampaikan.
Link: https://youtu.be/datCG5pmELM
Wahabi, dengan kekuatan finansial yang besar mereka terus menerus menjalankan kejahatan intelektual tersebut demi memaksakan akidah mereka kepada umat. Amaliah yang tidak sesuai dengan mereka terus dihujat dan dituding keluar dari Islam. Meski seringkali kalah argumen namun mereka tetap kekeuh dengan pendiriannya. Memang repot berhadapan dengan kelompok yang kurang memaksimalkan akalnya dalam memahami agama.
Mereka sadar, untuk menanamkan ideologi mereka maka harus menguasai literatur pokok kajian Islam. Penerbit-penerbit kitab maupun penerbit buku besar mereka kuasai, meski harus mengotak atik isi kitab para ulama-besar yang ratusan tahun menjadi rujukan umat,tanpa malu dan tanpa merasa berdosa meski tindakannya membodohi umat.
Beberapa kali saya tertipu saat membeli kitab-kitab rujukan pokok ulama Ahlussunnah Waljamaah, (khususnya beli via online) isinya sudah dirubah oleh editornya sedemikian rupa sehingga bertolak belakang dengan pemikiran mushonif/ penulis aslinya. Bahkan toko-toko kitab kawasan Ampel Surabaya yang sudah puluhan tahun menjadi jujugan pesantren Bahkan toko-toko kitab kawasan Ampel Surabaya yang sudah puluhan tahun menjadi jujugan pesantren salaf seluruh Indonesia untuk belanja kitab, saat inipun sudah dibanjiri kitab-kitab yang sudah tidak orisinil isinya.
Walhasil, hati-hatilah membeli kitab dan buku keislaman khususnya kajian-kajian tauhid, telitilah isinya,jangan sampai tertipu.
******
Foto di atas ada contoh salah satu kitab yang sudah dirubah isinya. "Al-Ibanah an Ushuliddiyanah" salah satu kitab babon akidah Ahlussunnah Waljamaah karangan Imam Abu Hasan Al-Asy'ari. Di dalamnya menjelaskan bahwa Al-Asy'ari mengatakan bahwa Allah bersemayam di atas Arsy, Allah memiliki wajah, memiliki tangan dll, yang hal tersebut bertentangan dengan akidah beliau. (ala_NU)

Kadang juga dengan membiarkan isi kitab sesuai aslinya namun diberi catatan kaki dan dikomentari sesuai akidah mereka, meski baru lulus S1 maupun S2 dengan entengnya sekelas Imam Al-Ghazali, As-Suyuti, An-Nawawi mereka sangsikan kepakarannya.
Ada juga ustad (di youtube) yang menyampaikan pemikiran Hadratussyeikh Hasyim Asy'ari (dalam kitab Risalah Ahlussunnah Waljamaah) di forum pengajian namun tidak utuh, ada beberapa pendapat Mbah Hasyim yang bertentangan dengan pendapat dia dipotong. Ungkapan Mbah Hasyim bahwa pengikut pengikut syeikh muhammad abduh, syeikh rasyid ridha, yang mengadopsi pemikiran syeikh muhammad bin abdul wahab, Ibnu taimiyah dan kedua muridnya yakni ibnul qoyim dan ibn abdul hadi termasuk ahli bid'ah tidak disampaikan.
Link: https://youtu.be/datCG5pmELM
Wahabi, dengan kekuatan finansial yang besar mereka terus menerus menjalankan kejahatan intelektual tersebut demi memaksakan akidah mereka kepada umat. Amaliah yang tidak sesuai dengan mereka terus dihujat dan dituding keluar dari Islam. Meski seringkali kalah argumen namun mereka tetap kekeuh dengan pendiriannya. Memang repot berhadapan dengan kelompok yang kurang memaksimalkan akalnya dalam memahami agama.
Mereka sadar, untuk menanamkan ideologi mereka maka harus menguasai literatur pokok kajian Islam. Penerbit-penerbit kitab maupun penerbit buku besar mereka kuasai, meski harus mengotak atik isi kitab para ulama-besar yang ratusan tahun menjadi rujukan umat,tanpa malu dan tanpa merasa berdosa meski tindakannya membodohi umat.
Beberapa kali saya tertipu saat membeli kitab-kitab rujukan pokok ulama Ahlussunnah Waljamaah, (khususnya beli via online) isinya sudah dirubah oleh editornya sedemikian rupa sehingga bertolak belakang dengan pemikiran mushonif/ penulis aslinya. Bahkan toko-toko kitab kawasan Ampel Surabaya yang sudah puluhan tahun menjadi jujugan pesantren Bahkan toko-toko kitab kawasan Ampel Surabaya yang sudah puluhan tahun menjadi jujugan pesantren salaf seluruh Indonesia untuk belanja kitab, saat inipun sudah dibanjiri kitab-kitab yang sudah tidak orisinil isinya.
Walhasil, hati-hatilah membeli kitab dan buku keislaman khususnya kajian-kajian tauhid, telitilah isinya,jangan sampai tertipu.
******
Foto di atas ada contoh salah satu kitab yang sudah dirubah isinya. "Al-Ibanah an Ushuliddiyanah" salah satu kitab babon akidah Ahlussunnah Waljamaah karangan Imam Abu Hasan Al-Asy'ari. Di dalamnya menjelaskan bahwa Al-Asy'ari mengatakan bahwa Allah bersemayam di atas Arsy, Allah memiliki wajah, memiliki tangan dll, yang hal tersebut bertentangan dengan akidah beliau. (ala_NU)
SUMBER; pecihitamonline.com
Komentar
Posting Komentar