HAL 2. HEBOH Pil PCC Mirip Flakka ‘Racuni’ Anak SD, Sudah Dikhawatirkan Masuk Bali, Efeknya Mirip Zombie
Flakka, berasal dari kata Spanyol yang berarti seorang wanita cantik (la flaca), mengandung senyawa kimia yang disebut MDPV, bahan utama pembuat bath salts atau garam mandi.
Senyawa kimia ini menstimulasi bagian otak yang mengatur mood, hormon dopamin, dan serotonin.
Di beberapa negara, obat ini disebut gravel atau kerikil karena berbentuk seperti potongan kristal putih seukuran kerikil di dalam akuarium.
Obat ini dibuat menyerupai kokain.
Namun, pada tahun 2012, kelompok pembuat obat sintetis terkait dilarang beroperasi. Pasalnya, Flakka berpotensi jauh lebih berbahaya ketimbang kokain.
Dilansir CNN, Senin (29/5/2017), epidemiologis dari Nova Southeastern University, Jim Hall, mengatakan sulit membedakan konsumsi dosis penggunaan Flakka yang dapat menyebabkan seseorang dalam kondisi kritis.
"Sangat sulit mengontrol dosis yang tepat dalam penggunaan flakka," kata Jim Hall.
Hal penting yang menjadi perhatian adalah Flakka menyebabkan penggunanya merasa memiliki kekuatan super dan kemarahan yang seakan bisa meledak seperti Hulk.
“Efek ini akan membanjiri otak,” kata Hall. Kokain dan methamphetamine memiliki cara kerja yang sama di otak. Namun, senyawa kimia pada flakka meninggalkan efek yang lebih tahan lama.
Meski efek seperti sakau yang ditimbulkan Flakka hanya berlangsung beberapa jam, hal tersebut bisa terjadi secara permanen pada otak.
Tidak hanya tinggal di otak, obat ini juga menghancurkan otak.
Flakka akan berkeliaran di otak lebih lama dari kokain, begitu pun tingkat kerusakan otak, yang akan jauh lebih besar.
Hal penting lainnya yang harus diwaspadai, Flakka berpotensi menyebabkan efek samping lain yang tak kalah serius pada kesehatan ginjal.
Flakka juga dapat menyebabkan otot-otot pecah, sebagai akibat dari hipertermia.
Para ahli khawatir bahwa para pengguna Flakka yang overdosis mungkin akan menjalani cuci darah atau dialisis sepanjang sisa hidup mereka.
Seperti obat-obatan sintetis pada umumya, sebagian besar Flakka tampaknya datang dari China dan dijual melalui internet atau di tempat pompa bensin.
Flakka bisa didapatkan seharga 3-5 dollar AS untuk satu dosis.
Ini terbilang lebih murah ketimbang kokain.
"Penjual Flakka memilih orang-orang berusia muda dan miskin untuk menjadi target mereka, bahkan meminta tunawisma sebagai pengedar," kata Hall. (jsp/kps/dtc)
SUNBER; bali.tribunnews.com
Komentar
Posting Komentar