Langsung ke konten utama

Gunung Agung Awas, Dari Kera Turun Gunung Sampai Bunyi Gamelan, Ini Dia Tanda-tanda Istana Dewata akan Erupsi

Pernah meletus di tahun 1963, kini Gunung terbesar di Bali ini memerlihatkan aktivitas vulkaniknya kembali.
Setelah baru saja mencapai status Siaga (Level III), malam tadi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menetapkan status Gunung Agung menjadi Awas (Level IV).
"Dengan ini kami sampaikan bahwa kita meningkatkan status Gunung Agung dari Siaga menjadi Awas atau Level IV. Mulai malam ini (tadi malam) status Awas pukul 20.30 Wita. Radius tadinya 6 jadi 9, yang sektoral dari 7 menjadi 12," kata Kepala PVMBG, Kasbani, di Pos Pengamatan Gunung Agung, Desa Rendang, Karangasem, Jumat (22/9/2017) malam.
Sudah ribuan warga mengungsi dan meninggalkan lereng Gunung Agung.
Hal ini dilakukan setelah beberapa tanda diperlihatkan oleh gunung yang dipercaya menjadi istana para dewa.
1. Binatang-binatang Turun ke Pemukiman Warga
Tanda bahwa gunung melakukan aktivitas vulkanik tak biasa ialah banyak hewan-hewan turun ke pemukiman.
Beberapa hari terakhir, warga Bali mengaku beberapa heran sudah nampak turun dari gunung.
Dilansir Grid.ID dari laman Tribun Bali, Jumat (22/9/2017), Bandesa Adat Sogra, Kecamatan Selat, Jro Mangku Wayan Sukra mengatakan, monyet dan ular sudah mulai keluar sejak tiga hari lalu.
”Mungkin kepanasan di atas Gunung Agung. Makanya binatang ke luar dan  ke pemukiman warga,” kata Jro Mangku.
Monyet dan beberapa hewan unik yang biasanya tinggal di puncak gunung telah turun ke pemukiman warga meski belum dalam jumlah banyak.
Jro Mangku Wayan Sukra menjelaskan bahwa hewan-hewan ini lebih peka merasakan suku yang meningkat di gunung.
2. Terdengar Bunyi Gamelan dan Bleganjur
Jika hewan-hewan turun dikategorikan sebagai tanda sekala bagi warga bali, terdapat pertanda niskala seputar Gunung Agung yang mereka percayai.
Mereka percaya bahwa salah satu tanda Gunung Agung akan erupsi ialah terdengarnya bunyi gamelan dan bleganjur.
”Kalau secara niskala biasanya terdengar bunyi gamelan dan bleganjur sebelum erupsi. Semoga tak terjadi,” harap Wayan Sukra, Minggu (17/9/2017) dilansir Grid.ID dari Tribun Bali.
Mitos tentang bunyi gamelan dan bleganjur ini memang dipercaya masyarakat bali yang mayoritas beragama Hindu sebagai sebuah pertanda sebelum istana dewata meletus.
3. Gempa Jadi Sering Terjadi
Sejak kenaikan status dari Siaga menjadi Awas, banyak terjadi gempa yang mengguncang kawasan Bali.
Bahkan dalam sehari warga bisa merasakan sampai puluhan kali getaran gempa.
"Aktivitas kegempaan trennya terus naik setiap 24 jam, kemarin 400 kali, sehari sebelumnya 135 kali, untuk hari ini masih terus dipantau. Tapi trennya terus meningkat," kata Kasbani, Rabu (20/9/2017).
undefined
4. Magma Gunung Mulai Naik
Tribun Bali melaporkan sejak kemarin, Kamis (21/9/2017) dilaporkan bahwa magma atau cairan ultra-panas di dalam kawah gunung sudah mulai naik ke permukaan.
Hal ini juga menjadi salah satu tanda-tanda Gunung Agung berpotensi meletus.
Ribuan warga kini sudah mulai diungsikan agara segera mendapat tempat yang aman.
Berdasarkan data yang diterima Tribun Bali, pengungsi yang sebelumnya berjumlah 438 kk/1.600 jiwa, saat ini pukul 06.30 wita sudah mencapai 851 KK / 3.255 jiwa.
Semua bantuan sudah disiapkan Pemerintah Bali agar warga tidak panik dan tetap tenang, Gubernur Bali Made Mangku Pastika menjelaskan bahwa semua sudah siap. (*)

sumber ; grid.id

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Keren! Dinding Penahan di Austria Ini Jauhkan Warga dari Banjir, Cara Kerjanya Bikin Takjub

Sewaktu-waktu alam bisa murka tanpa memberikan tanda-tanda. Terjadinya banjir secara tiba-tiba, misalnya. Setiap manusia yang merasa takut akan melakukan segala cara untuk mengantisipasi terjadinya banjir. Ternyata, ada negara yang punya teknik brilian mengatasi banjir. Ialah kota Grein di Austria yang mengalami banjir dari Sungai Danube tahun lalu. Orang-orang di beberapa wilayah di Australia pun berada dalam bahaya pada tahun-tahun berikutnya. Melansir dari laman Elitereaders.com, pejabat negara langsung mencari teknologi untuk menjamin keamanan warga. Mereka membuat dinding yang dapat dibongkar pasang saat banjir datang. Fitur fantastis dari dinding ini adalah bisa menahan banjir sehingga tidak masuk ke kota. Sebuah perusahaan yang berbasis di Inggris, Flood Resolution.CO.Ltd mengungkap beberapa hal tentang dinding penahan banjir ini. Pertama, sistem ini terdiri dari dua bagian utama, yaitu dibangun secara permanen dengan pondasi yang kuat dan bisa dibongkar...

Sunah dan Hikmah Mengangkat Dua Tangan dalam Shalat

Mengangkat kedua tangan pada waktu-waktu yang telah ditentukan dalam ibadah shalat merupakan salah satu yang disunahkan. Perbuatan ini termasuk sunah haiah. Ada empat tempat atau posisi di mana orang yang shalat ( mushalli ) disunahkan mengangkat kedua tangan setinggi kira-kira di atas kedua pundak atau sejajar dengan telinga, seraya membuka telapak tangan dan merenggangkan jari jarinya. Keempat tempat tersebut adalah ketika takbiratul ihram, saat hendak ruku', saat (beralih ke) i’tidal, dan ketika berdiri dari tasyahhud awal. Penjelasan ini sesuai dengan keterangan Syekh Salim ibn Samir dalam kitabnya  Safinah an-Najah  sebagai berikut: يسن رفع اليدين في أربعة المواضع عند تكبيرة الإحرام وعند الركوع وعند الاعتدال وعند القيام من التشهد الأول "Disunahkan mengangkat kedua tangan di dalam empat tempat. Yaitu saat takbiratul ihram, saat (hendak) rukuk, saat (menuju) i’tidal, dan ketika berdiri (bangkit) dari tasyahhud awal." Di dalam syarahnya, yaitu kitab  Kasyifatu Sajaa...

Bu Risma Minta Semua PNS Bersepeda saat ke Kantor

SURABAYA  - Wali Kota Surabaya  Tri Rismaharini  mewajibkan seluruh PNS di sana bersepeda onthel saat berangkat ke kantor. Kepala Bagian Humas Pemkot Surabaya, M. Fikser mengatakan pihaknya saat ini sedang menyiapkan surat edaran (SE) mengenai perintah bersepeda itu, untuk dibagikan pada Jumat (22/9) nanti. "Sekarang kita sedang menyiapkan SE-nya, nanti Jumat diedarkan. Nantinya untuk pertama kali diterapkan oleh Bu Wali pada tanggal 29 September 2017. Ibu dari rumah ke tempat kerja pakai sepeda," ujar Fikser saat ditemui di Humas Pemkot Surabaya, Rabu (20/9). Terkait penerapannya, Fikser menyampaikan bahwa hal itu akan berlaku untuk semua PNS di Kota Surabaya bahkan guru sekalipun. Hal ini, menurutnya akan membuat PNS di lingkup pemerintahan menjadi sehat. Selain itu juga upaya untuk mengurangi polusi di Kota Surabaya. "Nah untuk yang di sekitar balai kota, telah disediakan parkirnya di sekitar Taman Surya. Ada juga yang lain bisa parkir di tempat seperti b...