Langsung ke konten utama

Dilinggis Hingga Roboh di Tengah Ceramah, Ini yang Dikatakan KH Ali Makshum Krapyak

Pada Malam Jumat Kliwon, 08 Desember 1989, seiring matahari tenggelam di ufuk barat, KH. Ali Maksum menghadap kepada Sang Kholiq, innalillahi wainna ilahi roojiun.
Beliau adalah Putra Mbah KH Makshum Lasem yang pernah menjabat Rais Aam PBNU satu periode (1980-1984).

KH Ali Makshum adalah kepemimpinan Pondok Pesantren Al-Munawwir, Krapyak, Yogyakarta, peninggalan pendirinya, almaghfurlahu waliyullah Simbah KH. Munawwir Krapyak, guru KH Arwani Amin Kudus. Banyak teladan kisah yang bisa dijadikan ibrah (cermin sejarah) untuk kita, terutama di tengah makin mudahnya umat Islam tersulut amarah dan kebencian.

Selain alim dan keramat, Kiai Ali Makshum dikenal sangat dermawan. Beliau mengikhlaskan semua barang-barangnya yang pernah diambil oleh para santri. Suatu kali, Kiai Ali Makshum dawuh begini, "Semua barangku yang diambil oleh santri, saya halalkan. Asalkan tidak ketahuan". Dawuh ini diriwayatkan dari Sakhowatin Nafsi, santriwati.
KH Ali Maksum ini lebih suka dipanggil Pak Ali daripada Mbah Yai, sebagaimana lazimnya di tradisi penghormatan santri kepada pengasuh pesantren. Beliau tidak berjumawa sebagai kiai besar yang punya posisi paling terhormat di Nahdlatul Ulama (NU), sebagai Rais Aam. Dan semua santri memang memanggilnya "Pak Ali" karena beliau lebih suka dianggap sebagai orang tua oleh santrinya. Sangat rendah hati sekali.

Kata santri-santri, beliau ini disebut kiai yang "m-bapak-i" (berperan laiknya bapak) dan tidak "ngiyaini" (menganggap dirinya kiai). Singkatnya, beliau adalah sosok kiai yang bersedia mendengar dan selalu melakukan tabayun ketika ada persoalan umat, Jarang sekali beliau menghakimi orang dari jarak jauh, Selalu melakukan tabayyun (klarifikasi) atas kabar yang diterima. Bijak dan tidak gegabah.

Dilinggis
Ketika KH Ali Makshum ceramah dalam sebuah acara haul, tiba-tiba muncul orang yang membawa sesuatu dibungkus kain surban berwarna putih. Ia naik ke panggung. Secara cepat pula, orang tersebut langsung memukulkan benda itu ke Kiai Ali membabi buta, ba bi bu!

Kiai Ali pun roboh karena benda tersebut sangat tajam dan berat, linggis. Sempat rawat inap di rumah sakit hingga dua bulan lamanya. Sungguh perbuatan yang tidak bisa dimaafkan. Beliau rubuh karena bukan pendekar sakti yang mudah pemer kekebalan.

Para santri pun marah tak karuan. Menurut mereka, laki-laki itu sudah layak dipenjara karena perbuatannya sangat sadis dan keterlaluan. Namun kiai meredam amarah para santrinya itu, "kabeh anak-anak ku lan santriku ora keno dendam lan ora keno anyel/ semua anakku dan para santriku, tidak boleh dendam dan benci," begitu pesan luhurnya.
Kekuatan sabar, meredam amarah dan tidak mendendam itulah yang nampaknya justru terlihat lebih sakti daripada kanuragan dan kekebalan. Beliau memaafkan pelaku pemukulan dengan linggis tersebut, tanpa balasan, tanpa dendam. Subhanallah bukan main sabarnya kiai kita ini.

Sumber ; dutaislam.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Keren! Dinding Penahan di Austria Ini Jauhkan Warga dari Banjir, Cara Kerjanya Bikin Takjub

Sewaktu-waktu alam bisa murka tanpa memberikan tanda-tanda. Terjadinya banjir secara tiba-tiba, misalnya. Setiap manusia yang merasa takut akan melakukan segala cara untuk mengantisipasi terjadinya banjir. Ternyata, ada negara yang punya teknik brilian mengatasi banjir. Ialah kota Grein di Austria yang mengalami banjir dari Sungai Danube tahun lalu. Orang-orang di beberapa wilayah di Australia pun berada dalam bahaya pada tahun-tahun berikutnya. Melansir dari laman Elitereaders.com, pejabat negara langsung mencari teknologi untuk menjamin keamanan warga. Mereka membuat dinding yang dapat dibongkar pasang saat banjir datang. Fitur fantastis dari dinding ini adalah bisa menahan banjir sehingga tidak masuk ke kota. Sebuah perusahaan yang berbasis di Inggris, Flood Resolution.CO.Ltd mengungkap beberapa hal tentang dinding penahan banjir ini. Pertama, sistem ini terdiri dari dua bagian utama, yaitu dibangun secara permanen dengan pondasi yang kuat dan bisa dibongkar...

Sunah dan Hikmah Mengangkat Dua Tangan dalam Shalat

Mengangkat kedua tangan pada waktu-waktu yang telah ditentukan dalam ibadah shalat merupakan salah satu yang disunahkan. Perbuatan ini termasuk sunah haiah. Ada empat tempat atau posisi di mana orang yang shalat ( mushalli ) disunahkan mengangkat kedua tangan setinggi kira-kira di atas kedua pundak atau sejajar dengan telinga, seraya membuka telapak tangan dan merenggangkan jari jarinya. Keempat tempat tersebut adalah ketika takbiratul ihram, saat hendak ruku', saat (beralih ke) i’tidal, dan ketika berdiri dari tasyahhud awal. Penjelasan ini sesuai dengan keterangan Syekh Salim ibn Samir dalam kitabnya  Safinah an-Najah  sebagai berikut: يسن رفع اليدين في أربعة المواضع عند تكبيرة الإحرام وعند الركوع وعند الاعتدال وعند القيام من التشهد الأول "Disunahkan mengangkat kedua tangan di dalam empat tempat. Yaitu saat takbiratul ihram, saat (hendak) rukuk, saat (menuju) i’tidal, dan ketika berdiri (bangkit) dari tasyahhud awal." Di dalam syarahnya, yaitu kitab  Kasyifatu Sajaa...

Bu Risma Minta Semua PNS Bersepeda saat ke Kantor

SURABAYA  - Wali Kota Surabaya  Tri Rismaharini  mewajibkan seluruh PNS di sana bersepeda onthel saat berangkat ke kantor. Kepala Bagian Humas Pemkot Surabaya, M. Fikser mengatakan pihaknya saat ini sedang menyiapkan surat edaran (SE) mengenai perintah bersepeda itu, untuk dibagikan pada Jumat (22/9) nanti. "Sekarang kita sedang menyiapkan SE-nya, nanti Jumat diedarkan. Nantinya untuk pertama kali diterapkan oleh Bu Wali pada tanggal 29 September 2017. Ibu dari rumah ke tempat kerja pakai sepeda," ujar Fikser saat ditemui di Humas Pemkot Surabaya, Rabu (20/9). Terkait penerapannya, Fikser menyampaikan bahwa hal itu akan berlaku untuk semua PNS di Kota Surabaya bahkan guru sekalipun. Hal ini, menurutnya akan membuat PNS di lingkup pemerintahan menjadi sehat. Selain itu juga upaya untuk mengurangi polusi di Kota Surabaya. "Nah untuk yang di sekitar balai kota, telah disediakan parkirnya di sekitar Taman Surya. Ada juga yang lain bisa parkir di tempat seperti b...