Langsung ke konten utama

Bikin Salut! 5 Wanita Cantik Ini Tak Minder Meskipun Memiliki Profesi Sebagai Pekerja Kasar

Bikin Salut! 5 Wanita Cantik Ini Tak Minder Meskipun Memiliki Profesi Sebagai Pekerja Kasar

Siap-siap kaget ketika tahu profesinya
Kebanyakan perempuan mendambakan pekerjaan yang tidak perlu mengerahkan banyak tenaga. Para kaum hawa ini tentu saja ingin mendapatkan pekerjaan dimana mereka tetap terlihat cantik maksimal. Bahkan, dua bayi kembar berusia 2 tahun, Emma dan Mila Stauffer saja sempat membuat video berisi apa cita-cita mereka. Mulai dari guru, dokter, hingga kuli yang mereka rasa terlalu banyak mengeluarkan keringat sehingga kecantikannya akan luntur pun terucap, yang pada akhirnya mereka memilih menjadi seorang putri ketika sudah dewasa nanti.
Namun, hal tersebut tampaknya tidak berlaku bagi semua perempuan. Sebagian orang justru menjalani pekerjaan yang berkebalikan dengan hal-hal yang disebutkan di atas. Demi menyambung hidup, 5 wanita ini rela melakukan pekerjaan yang biasanya dikerjakan oleh para pria. Berikut ulasannya.

1. Anti Mainstream, Wanita Ini Pilih Profesi Sebagai Tukang Tambal Ban

Terdapat di Malang, Jawa Timur, seorang wanita berparas cantik rela menjadi tukang tambal ban demi menyambung hidup. Wanita 22 tahun tersebut tak sungkan membantu menambal ban di bengkel milik suaminya ketika sedang ramai. Nanik Fransiska Dewi ini juga mengaku ia tak mempermasalahkan dirinya sebagai wanita dalam melakukan pekerjaan seperi itu.
Cantik Tambal Ban [image source]
Pekerjaan yang biasanya jadi kuasa kaum adam ini tidak membuat Nanik kesulitan. Kebiasaan melihat suaminya bekerja, ia jadi bisa sedikit-sedikit ikut membantu. Sekarang, ia tidak hanya menambal ban yang bocor saja, tapi juga sedikit membongkar pasang ban motor. Netizen boleh, lho, mampir ke bengkel Nanik ini kalau bertandang ke Malang Selatan.

2. Meski Penuh Keringat, Pekerjaan di Tambang Batu Bara Ia Lakoni Sungguh-Sungguh

Bekerja di tambang batu bara bukanlah perkara mudah, apalagi untuk seorang perempuan. Menjadi minoritas di antara ribuan pekerja laki-laki juga menjadi sebuah tantangan bagi Rastra Hayu Lumanti, seorang koordinator pelatihan di salah satu perusahaan kontraktor pertambangan batu bara di Kutai, Kalimantan Timur.  Perbandingan antara pekerja laki-laki dan perempuan di sana cukup jauh. Pekerja laki-laki berjumlah sekitar 2000 orang, sedangkan wanitanya hanya 42 orang saja.
Cantik Tambang Batu Bara [image source]
Meski penuh dengan keringat, Raras menjalani pekerjaannya dengan sungguh-sungguh. Para pria di lingkungan pekerjaannya juga sering membantu dirinya, sehingga ia nyaris tidak pernah menemui kesulitan, mungkin hal ini juga didasari oleh kecantikannya. Gimanaya, rasanya bekerja dikelilingi banyak pria?

3. Jadi Kuli Pengangkat Semen Demi Menabung untuk Biaya Masuk Universitas

Bermodal wajah dekil ketika menjadi kuli, tidak menghalangi pesonanya. Gadis yang tidak diketahui namanya itu viral di sosial media setelah membilas wajahnya. Banyak orang di lingkungan kerjanya tidak tahu menahu akan wajah asli perempuan ini. Namun ketika sudah membilas wajahnya dan menjadi bersih, gadis ini memukau semua pekerja di sana.
Cantik Kuli Semen [image source]
Ternyata biaya pendidikan mahal bukan saja di Indonesia, namun juga di China. Kuli cantik ini bela-belain menjadi pekerja kasar untuk biaya dirinya kuliah di universitas. Selain itu, uang hasil ngulinya ia pergunakan untuk membiayai pengobatan ibunya. Sungguh anak yang berbakti, ya!

4. Ingin Beli Rumah dan Mobil Sendiri Tanpa Bantuan Orang Tua



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Keren! Dinding Penahan di Austria Ini Jauhkan Warga dari Banjir, Cara Kerjanya Bikin Takjub

Sewaktu-waktu alam bisa murka tanpa memberikan tanda-tanda. Terjadinya banjir secara tiba-tiba, misalnya. Setiap manusia yang merasa takut akan melakukan segala cara untuk mengantisipasi terjadinya banjir. Ternyata, ada negara yang punya teknik brilian mengatasi banjir. Ialah kota Grein di Austria yang mengalami banjir dari Sungai Danube tahun lalu. Orang-orang di beberapa wilayah di Australia pun berada dalam bahaya pada tahun-tahun berikutnya. Melansir dari laman Elitereaders.com, pejabat negara langsung mencari teknologi untuk menjamin keamanan warga. Mereka membuat dinding yang dapat dibongkar pasang saat banjir datang. Fitur fantastis dari dinding ini adalah bisa menahan banjir sehingga tidak masuk ke kota. Sebuah perusahaan yang berbasis di Inggris, Flood Resolution.CO.Ltd mengungkap beberapa hal tentang dinding penahan banjir ini. Pertama, sistem ini terdiri dari dua bagian utama, yaitu dibangun secara permanen dengan pondasi yang kuat dan bisa dibongkar...

Sunah dan Hikmah Mengangkat Dua Tangan dalam Shalat

Mengangkat kedua tangan pada waktu-waktu yang telah ditentukan dalam ibadah shalat merupakan salah satu yang disunahkan. Perbuatan ini termasuk sunah haiah. Ada empat tempat atau posisi di mana orang yang shalat ( mushalli ) disunahkan mengangkat kedua tangan setinggi kira-kira di atas kedua pundak atau sejajar dengan telinga, seraya membuka telapak tangan dan merenggangkan jari jarinya. Keempat tempat tersebut adalah ketika takbiratul ihram, saat hendak ruku', saat (beralih ke) i’tidal, dan ketika berdiri dari tasyahhud awal. Penjelasan ini sesuai dengan keterangan Syekh Salim ibn Samir dalam kitabnya  Safinah an-Najah  sebagai berikut: يسن رفع اليدين في أربعة المواضع عند تكبيرة الإحرام وعند الركوع وعند الاعتدال وعند القيام من التشهد الأول "Disunahkan mengangkat kedua tangan di dalam empat tempat. Yaitu saat takbiratul ihram, saat (hendak) rukuk, saat (menuju) i’tidal, dan ketika berdiri (bangkit) dari tasyahhud awal." Di dalam syarahnya, yaitu kitab  Kasyifatu Sajaa...

Bu Risma Minta Semua PNS Bersepeda saat ke Kantor

SURABAYA  - Wali Kota Surabaya  Tri Rismaharini  mewajibkan seluruh PNS di sana bersepeda onthel saat berangkat ke kantor. Kepala Bagian Humas Pemkot Surabaya, M. Fikser mengatakan pihaknya saat ini sedang menyiapkan surat edaran (SE) mengenai perintah bersepeda itu, untuk dibagikan pada Jumat (22/9) nanti. "Sekarang kita sedang menyiapkan SE-nya, nanti Jumat diedarkan. Nantinya untuk pertama kali diterapkan oleh Bu Wali pada tanggal 29 September 2017. Ibu dari rumah ke tempat kerja pakai sepeda," ujar Fikser saat ditemui di Humas Pemkot Surabaya, Rabu (20/9). Terkait penerapannya, Fikser menyampaikan bahwa hal itu akan berlaku untuk semua PNS di Kota Surabaya bahkan guru sekalipun. Hal ini, menurutnya akan membuat PNS di lingkup pemerintahan menjadi sehat. Selain itu juga upaya untuk mengurangi polusi di Kota Surabaya. "Nah untuk yang di sekitar balai kota, telah disediakan parkirnya di sekitar Taman Surya. Ada juga yang lain bisa parkir di tempat seperti b...