Langsung ke konten utama

AL-HIKAM Dari Sisi Ibadah, Ini Hamba Terburuk Allah Menurut Ibnu Athaillah

Tidak ada salahnya kalau di tengah perjalanan manusia menyembah Allah karena mengharapkan sebuah imbalan atau karena mengharapkan keselamatan dari segala bencana di dunia dan akhirat. Tetapi sejatinya bukan itu tujuan dasar penciptaan mereka. Mereka diciptakan untuk menyembah-Nya semata tanpa embel-embel apapun.
Dari Sisi Ibadah, Ini Hamba Terburuk Allah Menurut Ibnu Athaillah

Orang yang menyembah Allah karena sesuatu dinilai belum menghayati perintah Allah yang tertuang dalam sifat-sifat-Nya. Hal ini disinggung oleh Syekh Ibnu Athaillah dalam butir hikmah berikut ini.

من عبده لشيء يرجوه منه أو ليدفع بطاعته ورود العقوبة عنه فما قام بحق أوصافه

Artinya, “Siapa saja yang menyembah Allah karena sebuah harapan atau penolakan atas sebuah siksa melalui ibadahnya, maka ia belum menunaikan kewajiban sifat-sifat-Nya.”

Menerangkan hikmah ini, Syekh Syarqawi mengatakan bahwa orang yang beribadah karena sebuah harapan tertentu sebenarnya hanya memikirkan diri (nafsu)-nya, bukan bagaimana menyempurnakan ibadahnya agar benar-benar ikhlas karena Allah SWT.

بل هو قائم بحظ نفسه من جلب الثواب أو دفع العقاب بخلاف ما إذا عبده لأجل جلاله وعظمته وما هو عليه من محامد صفاته التى لا يشارك فيها إذ من كان كذالك يستحق أن يخدم بالعبادة فأنه حينئذ يكون قائما بحق أوصافه أي موفيا لها حقها... وفي الحديث لا يكن أحدكم كالعبد السوء إن خاف عمل، ولا كالأجير السوء إن لم يعط الأجرة لم يعمل

Artinya, “Tetapi ia menunaikan tuntutan nafsunya berupa kehadiran pahala atau penolakan azab. Hal ini tentu berbeda dengan seseorang yang menyembah Allah karena kebesaran, keagungan, dan sifat-sifat terpuji Allah lainnya yang hanya dimiliki oleh-Nya karena mereka yang sudah demikian berhak untuk menyandang khidmat-melayani melalui ibadah sehingga ketika itulah mereka dinilai telah menunaikan kewajiban sifat-sifat-Nya, maksudnya memenuhi tuntutan sifat-sifat-Nya... Di dalam sebuah riwayat Rasulullah bersabda, ‘Jangan sampai salah seorang kalian berperilaku seperti budak yang buruk di mana ia baru bekerja kalau takut (siksa majikannya). Jangan juga kalian berperilaku seperti buruh yang buruk di mana ia belum mau mengerjakan kewajibannya sebelum diberi upah,’” (Lihat Syekh Syarqawi, Syarhul Hikam, Semarang, Al-Munawwir, tanpa tahun, juz I, halaman 69).

Yang perlu digarisbawahi dari sini adalah pesan Rasulullah SAW agar umatnya tidak menjadi budak dan buruh yang buruk. Budak yang buruk hanya digerakkan oleh rasa takut kepada tuannya. Sementara buruh yang buruk digerakkan oleh upah atau imbalan yang dijanjikan sang majikan. Terlebih lagi buruknya adalah orang yang berpura-pura ibadah atau mengenakan simbol-simbol religiusitas untuk kepentingan duniawi. Wallahu a‘lam. (Alhafiz K)


SUMBER; www.nu.or.id

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Keren! Dinding Penahan di Austria Ini Jauhkan Warga dari Banjir, Cara Kerjanya Bikin Takjub

Sewaktu-waktu alam bisa murka tanpa memberikan tanda-tanda. Terjadinya banjir secara tiba-tiba, misalnya. Setiap manusia yang merasa takut akan melakukan segala cara untuk mengantisipasi terjadinya banjir. Ternyata, ada negara yang punya teknik brilian mengatasi banjir. Ialah kota Grein di Austria yang mengalami banjir dari Sungai Danube tahun lalu. Orang-orang di beberapa wilayah di Australia pun berada dalam bahaya pada tahun-tahun berikutnya. Melansir dari laman Elitereaders.com, pejabat negara langsung mencari teknologi untuk menjamin keamanan warga. Mereka membuat dinding yang dapat dibongkar pasang saat banjir datang. Fitur fantastis dari dinding ini adalah bisa menahan banjir sehingga tidak masuk ke kota. Sebuah perusahaan yang berbasis di Inggris, Flood Resolution.CO.Ltd mengungkap beberapa hal tentang dinding penahan banjir ini. Pertama, sistem ini terdiri dari dua bagian utama, yaitu dibangun secara permanen dengan pondasi yang kuat dan bisa dibongkar...

Sunah dan Hikmah Mengangkat Dua Tangan dalam Shalat

Mengangkat kedua tangan pada waktu-waktu yang telah ditentukan dalam ibadah shalat merupakan salah satu yang disunahkan. Perbuatan ini termasuk sunah haiah. Ada empat tempat atau posisi di mana orang yang shalat ( mushalli ) disunahkan mengangkat kedua tangan setinggi kira-kira di atas kedua pundak atau sejajar dengan telinga, seraya membuka telapak tangan dan merenggangkan jari jarinya. Keempat tempat tersebut adalah ketika takbiratul ihram, saat hendak ruku', saat (beralih ke) i’tidal, dan ketika berdiri dari tasyahhud awal. Penjelasan ini sesuai dengan keterangan Syekh Salim ibn Samir dalam kitabnya  Safinah an-Najah  sebagai berikut: يسن رفع اليدين في أربعة المواضع عند تكبيرة الإحرام وعند الركوع وعند الاعتدال وعند القيام من التشهد الأول "Disunahkan mengangkat kedua tangan di dalam empat tempat. Yaitu saat takbiratul ihram, saat (hendak) rukuk, saat (menuju) i’tidal, dan ketika berdiri (bangkit) dari tasyahhud awal." Di dalam syarahnya, yaitu kitab  Kasyifatu Sajaa...

Bu Risma Minta Semua PNS Bersepeda saat ke Kantor

SURABAYA  - Wali Kota Surabaya  Tri Rismaharini  mewajibkan seluruh PNS di sana bersepeda onthel saat berangkat ke kantor. Kepala Bagian Humas Pemkot Surabaya, M. Fikser mengatakan pihaknya saat ini sedang menyiapkan surat edaran (SE) mengenai perintah bersepeda itu, untuk dibagikan pada Jumat (22/9) nanti. "Sekarang kita sedang menyiapkan SE-nya, nanti Jumat diedarkan. Nantinya untuk pertama kali diterapkan oleh Bu Wali pada tanggal 29 September 2017. Ibu dari rumah ke tempat kerja pakai sepeda," ujar Fikser saat ditemui di Humas Pemkot Surabaya, Rabu (20/9). Terkait penerapannya, Fikser menyampaikan bahwa hal itu akan berlaku untuk semua PNS di Kota Surabaya bahkan guru sekalipun. Hal ini, menurutnya akan membuat PNS di lingkup pemerintahan menjadi sehat. Selain itu juga upaya untuk mengurangi polusi di Kota Surabaya. "Nah untuk yang di sekitar balai kota, telah disediakan parkirnya di sekitar Taman Surya. Ada juga yang lain bisa parkir di tempat seperti b...