Langsung ke konten utama

Abuya Muhtadi: Sekolah ke Luar Negeri, Pulang Jangan Anti Pancasila

Memperingati Harlahnya yang ke-81, Pengurus Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kebupaten Lebak, Banten, menggelar istighotsah dengan tema “Meneguhkan Kembali Tradisi, Membentengi NKRI”, di Madjid Agung al-A’raf Rangkasbitung Lebak.
Abuya Muhtadi: Sekolah ke Luar Negeri, Pulang Jangan Anti Pancasila
Meski diguyur hujan lebat, acara yang berlangsung, Senin (27/4) siang ini, berlangsung khudmat dengan dipimpin ulama kharismatik dari Cidahu Pandeglang, Banten, Abuya Muhtadi.

Sebelum memimpin dzikir bersama, Abuya Muhtadi berpesan, siapapun harus mengambil porsinya sebagai warga negara. Yang mau mondok silahkan mondok. Yang mau sekolah silahkan. Bahkan, katanya boleh-boleh saja sekolah ke luar negeri. 

“Boleh sekolah ke luar negeri, namun pulangnya jangan anti pancasila,” jelasnya. “Hidup Ansor! Hidup Ansor! Hidup Ansor!,” seru putra almarhum Abuya Dimyati ini.

Abuya Muhtadi yang saat itu mengenakan sorban coklat juga menyampaikan unek-uneknya terkait persoalan ke-NU-an, kepartaian, dan kebangsaan. “Saya sedih melihat masjid NU hancur, Gerakan Pemuda Ansor hancur, pondok juga hancur dan sekolahpun hancur. Kita semua harus turun kaki untuk 
membenahinya, bukan lagi turun tangan,” jelas 

Ketua PC GP Ansor Lebak Ade Bujhaerimi menyatakan, pihaknya berjanji akan terus menginisasi berbagai kegiatan yang positif bagi masyarakat. “Pemuda Ansor akan terus bergerak. Nggak ada istilah nggak punya dana lalu nggak bergerak. Inilah gerakan, yang tanpa disuruhpun kami akan terus bergerak,” jelasnya.

Dengan gerakan-gerakan yang dilakukannya, Ade berharap, masyarakat Lebak mendapatkan manfaat yang positif, terutama para pemudanya. Ia juga menyoroti para pemuda di Lebak yang tidak lagi dekat dengan tradisi keislaman, dalam hal ini tradisi ke-NU-an.

“Saya miris, marhaban sudah jarang dilakukan di kegiatan-kegiatan kemasyarakatan. Pemuda yang menjadi penentu harapan bangsa, tahlil saja nggak bisa, ziarah nggak pernah. Mau jadi apa?” tanyanya.

Karena itu, melalui kegiatan istighotsah ini, pihaknya berharap pemuda Lebak khususnya dan masyarakat umumnya kembali menghidupkan tradisi dzikir. “Ke depan insya Allah juga akan dihidupkan kegiatan kecamatan bershalawat,” katanya. “Untuk itu, mohon doa dari semuanya, supaya pemuda Lebak bisa diberi kekuatan menyiarkan ajaran Islam dan tradisi NU.” 

Merespon sambutan Ketua PC GP Ansor ini, Bupati Lebak Hj Iti Octavia Jayabaya menyatakan kebanggaan dan kebahagiaannya. “Pemuda memang harus berperan aktif dan kritis dalam pembangunan. Mari bergerak bersama membangun bangsa. Bergerak cepat membentuk karakter bangsa yang cerdas,” katanya. 
Karena itu, pihaknya selaku Pemerintah Daerah sangat mengapresiasi kegiatan ini, apalagi diselenggarakan di Masjid Agung Lebak. “Masjid harus diisi dengan kegiatan-kegiatan yang positif, karena tempat ini untuk kepentingan orang banyak. Dan ungkapan tanpa biaya Ansor tetap bergerak, ini sangat saya senangi,” ungkapnya.

Tak lupa, Iti berharap, semoga harlah kali ini memberikan dampak positif bagi agama dan pembangunan di Kabupaten Lebak. 

Kegiatan pun dilanjutkan pembacaan Surah Yasin, tahlil, dan doa bersama, dengan khusyuk. Jamaah terlihat larut dalam doa. Mudah-mudahan, kegiatan ini berdampak positif bagi kehidupan keberagamaan warga Lebak.

Tampak hadir juga, antara lain, Wakil Bupati Lebak H Ade Sumardi, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lebak H Asep Komar Hidayat, Ketua MUI Lebak KH Achmad Syatibi Hambali, Rais Syuriah PCNU Lebak KH Mas’ud, Ketua Yayasan Wasilatul Falah KH. Ahmad Rifai, Ketua PW GP Ansor Banten H Ahmad Imron, Ketua FSPP Lebak KH Pupu Mahpudin, Ketua ISNU Lebak H Asep Saefullah, Ketua Maghrib Mengaji KH Zainuddin Amir dan ratusan jamaah lainnya. (Nurul H. Maarif/Mahbib)

 sumber ; nu.or.id

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Keren! Dinding Penahan di Austria Ini Jauhkan Warga dari Banjir, Cara Kerjanya Bikin Takjub

Sewaktu-waktu alam bisa murka tanpa memberikan tanda-tanda. Terjadinya banjir secara tiba-tiba, misalnya. Setiap manusia yang merasa takut akan melakukan segala cara untuk mengantisipasi terjadinya banjir. Ternyata, ada negara yang punya teknik brilian mengatasi banjir. Ialah kota Grein di Austria yang mengalami banjir dari Sungai Danube tahun lalu. Orang-orang di beberapa wilayah di Australia pun berada dalam bahaya pada tahun-tahun berikutnya. Melansir dari laman Elitereaders.com, pejabat negara langsung mencari teknologi untuk menjamin keamanan warga. Mereka membuat dinding yang dapat dibongkar pasang saat banjir datang. Fitur fantastis dari dinding ini adalah bisa menahan banjir sehingga tidak masuk ke kota. Sebuah perusahaan yang berbasis di Inggris, Flood Resolution.CO.Ltd mengungkap beberapa hal tentang dinding penahan banjir ini. Pertama, sistem ini terdiri dari dua bagian utama, yaitu dibangun secara permanen dengan pondasi yang kuat dan bisa dibongkar...

Sunah dan Hikmah Mengangkat Dua Tangan dalam Shalat

Mengangkat kedua tangan pada waktu-waktu yang telah ditentukan dalam ibadah shalat merupakan salah satu yang disunahkan. Perbuatan ini termasuk sunah haiah. Ada empat tempat atau posisi di mana orang yang shalat ( mushalli ) disunahkan mengangkat kedua tangan setinggi kira-kira di atas kedua pundak atau sejajar dengan telinga, seraya membuka telapak tangan dan merenggangkan jari jarinya. Keempat tempat tersebut adalah ketika takbiratul ihram, saat hendak ruku', saat (beralih ke) i’tidal, dan ketika berdiri dari tasyahhud awal. Penjelasan ini sesuai dengan keterangan Syekh Salim ibn Samir dalam kitabnya  Safinah an-Najah  sebagai berikut: يسن رفع اليدين في أربعة المواضع عند تكبيرة الإحرام وعند الركوع وعند الاعتدال وعند القيام من التشهد الأول "Disunahkan mengangkat kedua tangan di dalam empat tempat. Yaitu saat takbiratul ihram, saat (hendak) rukuk, saat (menuju) i’tidal, dan ketika berdiri (bangkit) dari tasyahhud awal." Di dalam syarahnya, yaitu kitab  Kasyifatu Sajaa...

Bu Risma Minta Semua PNS Bersepeda saat ke Kantor

SURABAYA  - Wali Kota Surabaya  Tri Rismaharini  mewajibkan seluruh PNS di sana bersepeda onthel saat berangkat ke kantor. Kepala Bagian Humas Pemkot Surabaya, M. Fikser mengatakan pihaknya saat ini sedang menyiapkan surat edaran (SE) mengenai perintah bersepeda itu, untuk dibagikan pada Jumat (22/9) nanti. "Sekarang kita sedang menyiapkan SE-nya, nanti Jumat diedarkan. Nantinya untuk pertama kali diterapkan oleh Bu Wali pada tanggal 29 September 2017. Ibu dari rumah ke tempat kerja pakai sepeda," ujar Fikser saat ditemui di Humas Pemkot Surabaya, Rabu (20/9). Terkait penerapannya, Fikser menyampaikan bahwa hal itu akan berlaku untuk semua PNS di Kota Surabaya bahkan guru sekalipun. Hal ini, menurutnya akan membuat PNS di lingkup pemerintahan menjadi sehat. Selain itu juga upaya untuk mengurangi polusi di Kota Surabaya. "Nah untuk yang di sekitar balai kota, telah disediakan parkirnya di sekitar Taman Surya. Ada juga yang lain bisa parkir di tempat seperti b...